Ada seorang pengembara tiba di sebuah negeri.. Orang itu mendengar ada seorang bijaksana di negeri itu dan ingin menemuinya. Pria bijaksana itu terkenal saleh dan baik hati, sehingga sangat dikasihi banyak orang. Karenanya tidak sulit menemukan pria bijaksana itu.
Ketika pengembara itu bertanya dimana rumah pria bijaksana itu, setiap orang yang ditemuinya langsung menunjuk ke arah ujung perkampungan dimana berdiri sebuah gubuk reyot. Ketika ia mengetuk pintu gubuk itu, muncul seorang pria tua bersahaja yang mempersilahkan ia masuk.
Pengembara itu sangat terkejut mendapati bahwa pria bijaksana itu tinggal di gubuk reyot yang isi rumahnya hanya sebuah meja, sebuah kursi, satu kompor dan alat memasak saja. Pengembara menganggap rumah pria bijaksana itu sungguh tidak layak untuk didiami.
Karena merasa tidak nyaman, pengembara itu bertanya, "Dimana perabot rumah anda?"
Orang tua tadi balik bertanya dengan lembut, "Mana milik anda?" Jawab pengembara, "Tentu saja di rumah saya, khan saya sedang merantau, tidak mungkin saya membawa semua perabotanku."
Sahut pria bijaksana, "Saya juga, saya khan sedang merantau di dunia ini. Saya tidak berasal dari dunia ini."
1 Petrus 2:11
"Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa."
Apakah kita sadar bahwa kita sebenarnya perantau di dunia ini? Rumah kita adalah di sorga, dimana Yesus Kristus berada dan sedang menyiapkannya bagi kita.
Yohanes 14:2
"Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu."
Banyak orang saat ini melupakan bahwa diri mereka adalah perantau sehingga mereka menyibukkan diri mengumpulkan harta di dunia ini. Padahal akhirnya semua harta di dunia itu tidak dapat mereka bawa ketika tiba saatnya untuk pulang ke rumah Bapa di sorga.
Amatlah bijak bila masing-masing kita bisa menyadari bahwa kita adalah perantau di dunia ini. Gunakanlah harta duniawi ini untuk menghasilkan kekayaan sorgawi.
Matius 6:19-20
"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya."
Ketika pengembara itu bertanya dimana rumah pria bijaksana itu, setiap orang yang ditemuinya langsung menunjuk ke arah ujung perkampungan dimana berdiri sebuah gubuk reyot. Ketika ia mengetuk pintu gubuk itu, muncul seorang pria tua bersahaja yang mempersilahkan ia masuk.
Pengembara itu sangat terkejut mendapati bahwa pria bijaksana itu tinggal di gubuk reyot yang isi rumahnya hanya sebuah meja, sebuah kursi, satu kompor dan alat memasak saja. Pengembara menganggap rumah pria bijaksana itu sungguh tidak layak untuk didiami.
Karena merasa tidak nyaman, pengembara itu bertanya, "Dimana perabot rumah anda?"
Orang tua tadi balik bertanya dengan lembut, "Mana milik anda?" Jawab pengembara, "Tentu saja di rumah saya, khan saya sedang merantau, tidak mungkin saya membawa semua perabotanku."
Sahut pria bijaksana, "Saya juga, saya khan sedang merantau di dunia ini. Saya tidak berasal dari dunia ini."
1 Petrus 2:11
"Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa."
Apakah kita sadar bahwa kita sebenarnya perantau di dunia ini? Rumah kita adalah di sorga, dimana Yesus Kristus berada dan sedang menyiapkannya bagi kita.
Yohanes 14:2
"Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu."
Banyak orang saat ini melupakan bahwa diri mereka adalah perantau sehingga mereka menyibukkan diri mengumpulkan harta di dunia ini. Padahal akhirnya semua harta di dunia itu tidak dapat mereka bawa ketika tiba saatnya untuk pulang ke rumah Bapa di sorga.
Amatlah bijak bila masing-masing kita bisa menyadari bahwa kita adalah perantau di dunia ini. Gunakanlah harta duniawi ini untuk menghasilkan kekayaan sorgawi.
Matius 6:19-20
"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar