1 Kor. 8:9
"Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.”
Kita adalah orang Kristen, kita harus menjadi teladan yang baik bagi orang lain dalam segala perkara, bahkan dalam hal rekreasi pun jangan sampai kita menjadi batu sandungan orang lain. Kita hidup untuk Tuhan, tetapi kita juga hidup untuk saudara; kita bukan hidup untuk diri sendiri. Karena itu, kita tidak boleh hanya menghiraukan diri sendiri tanpa menghiraukan orang lain. Anda tidak boleh menggerutu, “Mengapa mereka mau melihat saya?” Anda harus ingat, jika mereka tidak melihat Anda, siapa yang harus mereka lihat? Mereka pasti melihat Anda. Kalau kota dibangun di atas gunung, siapa yang tidak menampaknya? Sudah tentu tertampak! Karena itu, bagaimanapun perasaan kita, kita harus menghiraukan pengaruh dan akibatnya bila perbuatan-perbuatan kita itu dilihat oleh saudara-saudara muda. Apakah perkara-perkara yang kita lakukan di sini akan menyebabkan orang lain tersandung atau tidak? Anda adalah anak-anak Allah, telah percaya Tuhan, maka sejak sekarang Anda harus mempunyai perasaan yang peka dan halus. Anda harus menyadari bahwa Anda tidak saja bertanggung jawab kepada Allah, juga kepada saudara saudari muda.
Jadi dalam banyak perkara kita harus memperhatikan bagaimana sebenarnya sangkaan dan perasaan orang-orang yang lemah imannya. Jangan kita menjadi batu sandungan orang-orang yang lemah itu. Perhatikan, Tuhan tidak mengatakan jangan menjadi batu sandungan orang yang kuat, melainkan jangan menjadi batu sandungan orang yang lemah. Walaupun kita tahu bahwa berhala-berhala itu tidak terhitung apa-apa, tetapi demi kelemahan hati nurani mereka, lebih baik kita tidak pergi ke situ. Banyak perkara yang boleh kita lakukan, tetapi tidak semuanya berguna. Itulah sebabnya semua perilaku kita harus hati-hati, lebih berhati-hati lebih baik. Hendaklah kita dengan hati-hati selalu belajar menempuh jalan yang wajar.
PB: 1 Kor. 8
PL: Mzm. 69 – 72
Rawa lumpur yang dalam
Ayat Hafalan
1 Kor. 9:16
“Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.”
Jadwal Baca Pembinaan Dasar
Judul: Teman
Halaman: 6(8) – 11(22)
PH Efesus 4 #96
Ef. 1:11, 13
B: 1186(5) – 1190(4)
K: 993(24) – 997(1)
Kidung #281
Damba - Mengasihi Tuhan
(Elizabeth Prentiss)
1. Moga makin cinta pada Tuhan! Kabulkan ya, Tuhan, ni-at hamba. Makin cinta Tuhan, sungguh i-ngin hamba, Makin cinta pada Tuhan!
2. Dulu kejar du-nia dan mewahnya; Kini cari Tuhan, dah'ga lenyap. Tuntutku sekarang: makin cinta Tuhan, Makin cinta pada Tuhan!
3. Bi-ar duka lara, u-jian 'nimpa; Utusan-Mu indah, sedap, mesra! Ku nyanyi kar'nanya: makin cinta Tuhan, Makin cinta pada Tuhan!
4. Bila nafas, sua-ra, mu-lai renta, Irama hatiku tetap sama, Minat pun tak kurang, makin cinta Tuhan, Makin cinta pada Tuhan!
Miliki segera renungan audio Firman Tuhan :
• AHVN (Arus Hayat Voice Note) total 127 seri
• PKVM (Pencari Kristus Voice Messenger) total 21 seri + 9 seri Teladan Iman
Silahkan reQuest dg cara :
• ReQuest AHVN seri 127
• ReQuest PKVM seri 21
Silahkan ReQuest jg renungan audio seri Teladan Iman:
1.
PKVM_Teladan_Iman_Hudson_Taylo r_01_Penyelamatan_Kristus
2.PKVM_Teladan_Iman_John_Newton_ 01_Ketika_Yang_Hilang_Ditemuka n
3.PKVM_Teladan_Iman_Watchman_Nee _01_Beroleh_Selamat
4.PKVM_Teladan_Iman_Watchman_Nee _02_Penggenapan_Tuhan
5.PKVM_Teladan_Iman_Watchman_Nee _03_Kisah_Hidup_Oleh_Iman
6.PKVM_Teladan_Iman_Martin_Luthe r
7.PKVM_Teladan_Iman_George_Mulle r
8.PKVM_Teladan_Iman_Madame_Guyon
9.PKVM_Teladan_Iman_Charles_Thom as_Studd
Note:
silahkan sharing berkat kalian melalui mendengarkan renungan audio Firman Tuhan ini.
Terima Kasih.
Tuhan Yesus memberkati.
"Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.”
Kita adalah orang Kristen, kita harus menjadi teladan yang baik bagi orang lain dalam segala perkara, bahkan dalam hal rekreasi pun jangan sampai kita menjadi batu sandungan orang lain. Kita hidup untuk Tuhan, tetapi kita juga hidup untuk saudara; kita bukan hidup untuk diri sendiri. Karena itu, kita tidak boleh hanya menghiraukan diri sendiri tanpa menghiraukan orang lain. Anda tidak boleh menggerutu, “Mengapa mereka mau melihat saya?” Anda harus ingat, jika mereka tidak melihat Anda, siapa yang harus mereka lihat? Mereka pasti melihat Anda. Kalau kota dibangun di atas gunung, siapa yang tidak menampaknya? Sudah tentu tertampak! Karena itu, bagaimanapun perasaan kita, kita harus menghiraukan pengaruh dan akibatnya bila perbuatan-perbuatan kita itu dilihat oleh saudara-saudara muda. Apakah perkara-perkara yang kita lakukan di sini akan menyebabkan orang lain tersandung atau tidak? Anda adalah anak-anak Allah, telah percaya Tuhan, maka sejak sekarang Anda harus mempunyai perasaan yang peka dan halus. Anda harus menyadari bahwa Anda tidak saja bertanggung jawab kepada Allah, juga kepada saudara saudari muda.
Jadi dalam banyak perkara kita harus memperhatikan bagaimana sebenarnya sangkaan dan perasaan orang-orang yang lemah imannya. Jangan kita menjadi batu sandungan orang-orang yang lemah itu. Perhatikan, Tuhan tidak mengatakan jangan menjadi batu sandungan orang yang kuat, melainkan jangan menjadi batu sandungan orang yang lemah. Walaupun kita tahu bahwa berhala-berhala itu tidak terhitung apa-apa, tetapi demi kelemahan hati nurani mereka, lebih baik kita tidak pergi ke situ. Banyak perkara yang boleh kita lakukan, tetapi tidak semuanya berguna. Itulah sebabnya semua perilaku kita harus hati-hati, lebih berhati-hati lebih baik. Hendaklah kita dengan hati-hati selalu belajar menempuh jalan yang wajar.
PB: 1 Kor. 8
PL: Mzm. 69 – 72
Rawa lumpur yang dalam
Ayat Hafalan
1 Kor. 9:16
“Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.”
Jadwal Baca Pembinaan Dasar
Judul: Teman
Halaman: 6(8) – 11(22)
PH Efesus 4 #96
Ef. 1:11, 13
B: 1186(5) – 1190(4)
K: 993(24) – 997(1)
Kidung #281
Damba - Mengasihi Tuhan
(Elizabeth Prentiss)
1. Moga makin cinta pada Tuhan! Kabulkan ya, Tuhan, ni-at hamba. Makin cinta Tuhan, sungguh i-ngin hamba, Makin cinta pada Tuhan!
2. Dulu kejar du-nia dan mewahnya; Kini cari Tuhan, dah'ga lenyap. Tuntutku sekarang: makin cinta Tuhan, Makin cinta pada Tuhan!
3. Bi-ar duka lara, u-jian 'nimpa; Utusan-Mu indah, sedap, mesra! Ku nyanyi kar'nanya: makin cinta Tuhan, Makin cinta pada Tuhan!
4. Bila nafas, sua-ra, mu-lai renta, Irama hatiku tetap sama, Minat pun tak kurang, makin cinta Tuhan, Makin cinta pada Tuhan!
Miliki segera renungan audio Firman Tuhan :
• AHVN (Arus Hayat Voice Note) total 127 seri
• PKVM (Pencari Kristus Voice Messenger) total 21 seri + 9 seri Teladan Iman
Silahkan reQuest dg cara :
• ReQuest AHVN seri 127
• ReQuest PKVM seri 21
Silahkan ReQuest jg renungan audio seri Teladan Iman:
1.
PKVM_Teladan_Iman_Hudson_Taylo
2.PKVM_Teladan_Iman_John_Newton_
3.PKVM_Teladan_Iman_Watchman_Nee
4.PKVM_Teladan_Iman_Watchman_Nee
5.PKVM_Teladan_Iman_Watchman_Nee
6.PKVM_Teladan_Iman_Martin_Luthe
7.PKVM_Teladan_Iman_George_Mulle
8.PKVM_Teladan_Iman_Madame_Guyon
9.PKVM_Teladan_Iman_Charles_Thom
Note:
silahkan sharing berkat kalian melalui mendengarkan renungan audio Firman Tuhan ini.
Terima Kasih.
Tuhan Yesus memberkati.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !